Jl. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung | Email : dekan.fk@fk.unila.ac.id | Telp. (0721)7691197
Previous
Next

Pada hari Sabtu, 22 Mei 2021 telah dilakukan Pelatihan Dokter Pendidik Klinis bagi Dokter Spesialis di Rumah Sakit Pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang dokter spesialis yang berasal dari Rumah Sakit Pendidikan FK Unila, yaitu RSUD Abdul Moeloek dan RSUD A. Dadi Tjokrodipo. Pelatihan dilaksanakan di Hotel Bukit Randu dengan menggunakan protokol kesehatan.

Pelatihan dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama FK Unila, Prof. Dr. dr. Muhartono, S.Ked., M.Kes., Sp.PA. Dalam sambutannya, Prof. Muhartono menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan sebagai salah satu kegiatan untuk penyamaan persepsi bagi para dosen pendidik mengenai metode pengajaran dan metode penilaian di tahap pendidikan profesi dokter. Pelatihan ini juga dalam rangka mempersiapkan RS A. Dadi Tjokrodipo sebagai salah satu RS Pendidikan Satelit yang akan menjadi wahana pendidikan bagi mahasiswa tahap profesi.

Pada pelatihan ini disampaikan materi mengenai Kurikulum Pendidikan Tahap Profesi Dokter oleh Ketua Program Studi Profesi Dokter FK Unila, yaitu dr. Dwi Indria Anggraini, M.Sc, Sp.KK. Disebutkan juga bahwa akan ada 8 bagian di RSUD A. Dadi Tjokrodipo yang akan menerima dokter muda dari FK Unila. Koordinasi antara RS pendidikan utama dan jejaring akan dilakukan lebih lanjut melalui rapat internal bagian masing-masing.

Setelah itu penyampaian materi dilanjutkan mengenai metode pembelajaran di tahap kepaniteraan klinik dengan narasumber dr. Merry Indah Sari, M.Med.Ed. dari Bagian Pendidikan Kedokteran FK Unila. dr. Merry menjelaskan bahwa terdapat 5 metode pembelajaran yang digunakan di tahap kepaniteraan klinik, yakni Bed Side Teaching (BST), Tutorial Klinik, Refleksi Kasus, Manajemen Kasus dan Journal Reading. Dilakukan pula pemutaran video pembelajaran tutorial klinik dari Bagian Ilmu Penyakit Mata. Video metode pembelajaran yang lain dapat diakses di akun Youtube FK Unila.

Materi selanjutnya adalah mengenai metode penilaian di tahap kepaniteraan klinik dengan narasumber dr. Dwita Oktaria, M.Pd.Ked. dari Bagian Pendidikan Kedokteran FK Unila. dr. Dwita menyampaikan bahwa terdapat 4 metode penilaian yang dilakukan di tahap kepaniteraan klinik, yaitu Mini CEX, DOPS, CBD dan MCQ. dr. Dwita banyak menjelaskan mengenai perbedaan dan alasan penggunaan metode penilaian tersebut. Setelah itu, dilakukan pemutaran video penilaian Mini CEX dari Bagian Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin dan video DOPS dari Bagian Ilmu Bedah untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai proses penilaian tersebut berlangsung.

Rangkaian acara terakhir adalah Best Practice Sharing yang dimoderatori oleh dr. Efriyan Imantika, M.Sc., Sp.OG. Sesi ini merupakan sesi berbagi pengalaman oleh para pengajar klinik khususnya di RS Pendidikan Utama mengenai proses pembelajaran dan penilaian yang selama ini terjadi. Dalam sesi ini juga dilakukan diskusi dan tanya jawab tentang kendala dalam mendidik terutama saat masa pandemi Covid-19 dan bagaimana mengatasinya.

Rangkaian acara ini diakhiri dengan pembagian sertifikat pelatihan dan foto bersama.

Categories: Berita

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
id_IDIndonesian