
Bandar Lampung, 9 Juli 2025 – Program Studi Sarjana Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung (FK Unila) menyelenggarakan lokakarya penyusunan visi, misi, tujuan, sasaran, dan profil lulusan pada Rabu (9/7), bertempat di Ruang Teleconference FK Unila. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas serta berbagai pemangku kepentingan yang berasal dari instansi pemerintahan, rumah sakit, organisasi profesi, lembaga penelitian, hingga sektor industri. Turut hadir perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu, RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, RSUD Bob Bazar Kalianda, dan RSUD A. Dadi Tjokrodipo.
Partisipasi juga datang dari organisasi profesi dan lembaga terkait seperti DPD Persagi, Pergizi Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sejumlah puskesmas (Kedaton, Natar, dan Gedong Tataan), serta BKKBN. Tidak hanya itu, calon mahasiswa Program Studi Gizi FK Unila turut hadir sebagai bentuk keterlibatan calon stakeholder internal. Sektor industri turut memberikan kontribusi penting dalam lokakarya ini, dengan hadirnya perwakilan dari perusahaan agro dan pangan seperti Nestle Indonesia Panjang Factory, PT Great Giant Foundation (GGF), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Divisi Noodle Pabrik Lampung.
Dekan Fakultas Kedokteran, Dr. dr. Evy Kurniawati, M.Sc, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk menjalin kolaborasi antara institusi pendidikan dan para pemangku kepentingan serta pengguna lulusan. Tujuannya adalah untuk merumuskan arah dan tujuan pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mengikuti perkembangan zaman yang terus berubah.

Kegiatan lokakarya diawali dengan pemaparan Visi, Misi, dan Profil Lulusan oleh Ketua Prodi Dr.dr. Reni Zuraida, M.Si yang dilanjutkan oleh diskusi dan tanya jawab dengan peserta. Dalam diskusi ini, Pembina DPD Persagi Provinsi Lampung menegaskan pentingnya kurikulum yang relevan dengan isu-isu gizi aktual. Mengingat Provinsi Lampung merupakan daerah rawan bencana, ia menyoroti perlunya pembekalan mahasiswa mengenai penyelenggaraan makanan pada situasi bencana, sebagai bagian dari penyelenggaraan makanan khusus—selain makanan haji dan program makanan bergizi gratis oleh Badan Gizi Nasional.
Perwakilan rumah sakit juga memberikan masukan agar mahasiswa gizi lebih siap menghadapi praktik lapangan di rumah sakit, baik dalam aspek penyelenggaraan makanan maupun pendalaman kasus klinis melalui penerapan Nutritional Care Process (NCP). Selain itu, peserta lokakarya juga mengusulkan penajaman visi terhadap konteks masyarakat agrikultur, penambahan kompetensi profesi seperti auditor halal, serta penguatan aspek kewirausahaan.
Di akhir acara, Dekan FK Unila menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta atas kontribusi dan partisipasinya dalam kegiatan lokakarya ini. Ia menegaskan bahwa partisipasi tersebut merupakan wujud dukungan nyata terhadap pengembangan Prodi Sarjana Gizi FK Unila.
Penulis : SMW




0 Comments