1. Blok Learning skill and Professionalism
Blok Learning skills and Professionalism merupakan blok pertama yang dilaksanakan pada awal semester I tahun pertama. Blok ini bertujuan supaya mahasiswa dapat menerapkan keterampilan belajar dan memahami tentang kurikulum pendidikan dokter, konsep pembelajaran sepanjang hayat serta dasar profesionalisme dan bioetika.Blok ini termasuk dalam area mawas diri, dan pengembangan diri, komunikasi, pengelolaan informasi dan profesionalisme dalam Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI).Metode pembelajaran blok ini adalah kuliah, diskusi PBL (seven jums), role play, praktek, diskusi kelompok, e-learning, feedbac dan lain sebagainya. Blok ini dilaksanakan selama 6 minggu dengan 5 minggu aktif dan 1 minggu ujian. Beban sks blok adalah 6 sks.Ilmu yang terintegrasi adalah Ilmu Pendidikan Kedokteran dan Bioetika.

2. Blok Basic Scinece I (BS I)
Pada blokBasic Science I adalah blok yang mempelajari dasar-dasar ilmu kedokteran medik. Blok ini merupakan blok kedua pada semester I. Mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan konsep tentang biologi sel, genetika, biologi molekuler dan klasifikasi molekul organik dan metabolismenya serta klasifikasi enzim dan cara kerjanya dalam ilmu klinik. Selain itu juga dapat memahami tentang konsep atom, molekul, ion dan radikal bebas.Blok ini dilaksanakan selama 6 minggu dengan 5 minggu aktif dan 1 minggu ujian. Beban sks blok Basic Science adalah 6 sks. Ilmu yang terintegrasi dalam blok ini adalah. Biologi Medik, Fisika medik, Fisiologi, Histologi dan Biokimia.

3. Blok Basic Scinece II (BS II)
Blok Basic Science IIadalah blok yang mempelajari ilmu kedokteran dasar tentang dasar-dasar sistem syaraf, muskuloskletal, endokrin dan sistem pencernaan. Blok ini merupakan blok ketiga pada semester I. Blok ini dilaksanakan dalam waktu 6 minggu terdiri atas 5 minggu aktif dan 1 minggu ujian. Bidang ilmu yang terintegrasi adalah Anatomi, Histologi, Fisiologi dan Biokimia.

4. Medical Basic Scinece I (MBS I)
Blok Medical Basic Science I adalah blok yang mempelajari ilmu kedokteran dasar tentang dasar-dasar berbagai sistem dan organ pada tubuh manusia, antara lain sistem sirkulasi, sistem respirasi, sistem urogenital dan sistem dermatosensori. Blok ini merupakan blok pertama pada semester II. Blok ini dilaksanakan dalam waktu 6 minggu terdiri atas 5 minggu aktif dan 1 minggu ujian. Beban blok adalah 6 sks. Bidang ilmu yang terintegrasi adalah Anatomi, Histologi, Fisiologi dan Biokimia.

5. Medical Basic Scinece II (MBS II)
Blok Medical Basic Science II adalah blok yang mempelajari ilmu kedokteran dasar tentang dasar-dasar penyakit meliputi etiologi, patofisiologi, patogenesis, imunologi dasar, pemeriksaan penunjang dan manajemen terapi. Topik yang dipejari adalah virologi, mikrobiologi, protozoologi, entomologi, vektor, dasar infeksi dan imflamasi dan lain sebagainya.Blok ini merupakan blok kedua pada semester II. Blok ini dilaksanakan dalam waktu 6 minggu terdiri atas 5 minggu aktif dan 1 minggu ujian. Beban blok adalah 6 sks. Bidang ilmu yang terintegrasi adalah Mikrobiologi, Patologi Klinik, Patologi Anatomi, Parasitologi, Farmasi, Bioetika dan Farmakologi.

6. Medical Basic Scinece III (MBS III)
Blok Medical Basic Science III adalah blok yang mempelajari ilmu kedokteran dasar tentang siklus kehidupan manusia (life cycle) mulai dari embrio sampai usia lanjut dan dapat menjelaskan serta menganalisis latar belakang berbagai penyakit atau masalah kesehatan di masyarakat terkait dari sudut ilmu prilaku, sosial, budaya, psikologi, epidemiologi dan komunitas. Blok ini merupakan blok ketiga pada semester II. Blok ini dilaksanakan dalam waktu 6 minggu terdiri atas 5 minggu aktif dan 1 minggu ujian. Beban blok adalah 6 sks. Bidang ilmu yang terintegrasi adalah Fisiologi, Anatomi, Histologi, Psikologi, Ilmu Prilaku, Bioetika, Forensik, Patologi anatomi, Ilmu Kesehatan Anak, Epidemiologi, Ilmu Kedokteran Komunitas, Biologi Medik,Ilmu Gizi, Farmakologi, Farmasi.

7. Blok Endocrin, Metabolic and Nutrition
Blok Endocrin, Metabolic and Nutrition adalah blok yang pertama yang mempelajari tentang perubahan dan kelainan sistem tubuh pada manusia. Pada blok ini mahasiswa mampu menerapkan pengetahuan patofisiologi dan menganalisis masalah kesehatan terkait kelainan hormon, metabolisme dan nutrisi secara komprehensif, holistik, berkesinambungan, koordinatif dan kolaboratif. Blok ini merupakan blok pertama pada semester III. Blok ini dilaksanakan dalam waktu 6 minggu terdiri atas 5 minggu aktif dan 1 minggu ujian. Beban blok adalah 6 sks. Bidang ilmu yang terintegrasi adalah Anatomi, Histologi, Fisiologi, Biokimia, Farmakologi, Ikakom, Epidemiologi, Gizi, Ilmu Penyakit Dalam dan Ilmu Kesehatan Anak.

8. Blok Tropical and infection diseases
Blok Tropical and infection diseases adalah blok yang mempelajari tentang infeksi dan penyakit yang sering terjadi di negara tropis terutama Indonesia. Pada blok ini mahasiswa mampu menerapkan pengetahuan patogenesis dan mengelola masalah masalah kesehatan terkait penyakit infeksi yang berkaitan dengan letak geografis daerah tropis secara komprehensif, holistik, berkesinambungan, koordinatif dan kolaboratif. Blok ini merupakan blok kedua pada semester III. Blok ini dilaksanakan dalam waktu 6 minggu terdiri atas 5 minggu aktif dan 1 minggu ujian. Beban blok adalah 6 sks. Bidang ilmu yang terintegrasi adalah Ikakom, Epidemiologi, Farmakologi, Parasitologi, Ilmu Penyakit Dalam dan Ilmu Kesehatan Anak.

9. Blok Special Sense
Blok Specia Sense merupakan blok yang mempelajari tentang perubahan dan kelainan sistem khusus. Blok ini bertujuan suapaya mahasiswa mampu menganalisis dan mengelola penyakit atau kelainan yang berhubungan dengan organ pesial senses seperti mata, telinga, hidung, tenggorokan dan kepala leher. Blok ini merupakan blok ketiga pada semester III. Blok ini dilaksanakan dalam waktu 6 minggu terdiri atas 5 minggu aktif dan 1 minggu ujian. Beban blok adalah 6 sks. Bidang ilmu yang terintegrasi adalah Anatomi, Histologi, Fisiologi, Farmakologi, Parasitologi, Patologi Klinik, Ilmu Penyakit Mata, IlmuPenyakit Telinga dan Hidung, Radiologi dan Mikrobiologi.

10. Blok Hematoimunologi
Blok Hematoimunologi merupakan blok yang mempelajari kelainan sistem hematologi dan imunologi. Pada blok Hematoimunologi ini mahasiswa diharapkan mampu untuk mengelola masalah kesehatan terkait gangguan hematologi dan system imun. Blok ini merupakan blok pertama pada semester IV. Blok ini dilaksanakan dalam waktu 6 minggu terdiri atas 5 minggu aktif dan 1 minggu ujian. Beban blok adalah 6 sks. Bidang ilmu yang terintegrasi adalah Patologi Klinik, Histologi, Mikrobiologi, Parasitologi, Gizi, Farmakologi, Radiologi, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin.

11. Blok Genitourinary System
Pada blok ini mahasiswa akan belajar tentang anatomi dan fisiologi sistem genital, sistem urinaria dan proses patologis dan pengelolaan yang berhubungan dengan kelainan genital dan saluran urinaria. Blok ini merupakan blok kedua pada semester IV. Blok ini dilaksanakan dalam waktu 6 minggu terdiri atas 5 minggu aktif dan 1 minggu ujian. Beban blok adalah 6 sks. Bidang ilmu yang terintegrasi adalah Anatomi, Histologi, Fisiologi, Biokimia, Biologi Medik, Mikrobiologi, Parasitologi, Gizi, Farmakologi, Patologi Anatomi, Patologi Klinik, Radiologl, Bioetika, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Bedah, Ilmu Kandungan dan Ginekologi dan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin.

12. Blok Obstetri dan Ginekologi
Pada blok Obstetri and Perinatologi ini diharapkan mahasiswa mampu menganalisis dan evaluasi masalah kesehatan terkait kehamilan dan penanganan bayi baru lahir.Blok ini merupakan blok ketiga pada semester IV. Blok ini dilaksanakan dalam waktu 6 minggu terdiri atas 5 minggu aktif dan 1 minggu ujian. Beban blok adalah 6 sks. Bidang ilmu yang terintegrasi adalah Anatomi, Fisiologi, Farmakologi, Gizi, Mikrobiologi, Parasitologi, Bioetika, Forensik, Farmakologi, Farmasi, Ilmu kandungan dan Ginekologi dan Ilmu Kesehatan Anak.

13. Blok Gastrointestinal System
Blok Gastrointetinal System merupakan blok yang mempelajari perubahan dan kelainan sistem pencernaan /Gastrointestinal mulai dari patofisiolog sampai penatalaksanaan. Pada blok ini mahasiswa diharapkan mampu menganalisis dan mengevaluasi penyakit dan masalah kesehatan yang berkaitan dengan sistem pencernaan mulai dari mulut sampai saluran pencernaan bagian bawah. Blok ini merupakan blok pertama pada semester V. Blok ini dilaksanakan dalam waktu 6 minggu terdiri atas 5 minggu aktif dan 1 minggu ujian. Beban blok adalah 6 sks. Bidang ilmu yang terintegrasi adalah Anatomi, Histologi, Biokimia, Fisiologi, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Bedah, Radiologi, Mikrobiologi, Gizi, Farmakologi, Patologi Anatomi, Patologi Klinik, Parasitologi dan Forensik.

14. Blok Cardiorespirasi System
Blok Cardiorespirasi System merupakan blok yang mempelajari perubahan dan kelainan sistem cardio dan respirasi. Pada blok ini mahasiswa diharapkan mampu menerapkan patofisiologi dan menganalisis dan mengelola masalah kesehatan terkait gangguan system kardiovaskular dan respirasi secara komprehensif. Blok ini merupakan blok kedua pada semester V. Blok ini dilaksanakan dalam waktu 6 minggu terdiri atas 5 minggu aktif dan 1 minggu ujian. Beban blok adalah 6 sks. Bidang ilmu yang terintegrasi adalah Anatomi, Histologi, Biokimia, Fisiologi, Ilmu Penyakit Dalam (Paru dan Jantung), Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Bedah, Radiologi, Mikrobiologi, Gizi, Farmakologi, Patologi Anatomi, Patologi Klinik, Parasitologi dan Forensik.

15. Blok Dermatomusculoscletal
Blok Dermatomusculoscletal merupakan blok yang mempelajari perubahan dan kelainan sistem kulit Deramato) dan aanggota gerak (muskuoscletal). Pada blok ini mahasiswa diharapkan mampu menerapkan patofisiologi dan mengevaluasi masalah kesehatan terkait gangguan system demato dan musculoscletal. Blok ini merupakan blok ketiga pada semester V. Blok ini dilaksanakan dalam waktu 6 minggu terdiri atas 5 minggu aktif dan 1 minggu ujian. Beban blok adalah 6 sks. Bidang ilmu yang terintegrasi adalah Anatomi, Histologi, Fisiologi, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Bedah, Radiologi, Ilmu Penyakit Kulit, Mikrobiologi, Gizi, Farmakologi, Patologi Anatomi, Patologi Klinik, Parasitologi dan Forensik.

16. Blok Research Program
Blok Reasearch Program merupakan blok yang mempelajari landasan berpikir ilmiah, cara-cara penelitian dan penulisan ilmiah. Pada blok ini mahasiswa diharapkan mampu menerapkan landasan berpikir ilmiah dan menguasai langkah-langkah dalam berpikir ilmiah (cricitical appraisal, evidence based medicine dan membuat proposal penelitian).Blok ini merupakan blok pertama pada semester VI. Blok ini dilaksanakan dalam waktu 6 minggu terdiri atas 5 minggu aktif dan 1 minggu ujian. Beban blok adalah 6 sks. Bidang ilmu yang terintegrasi adalah Metodologi penelitian dan Biostastistik.

17. Blok Community Medicine
Blok Community Medicine adalah blok yang mempelajari cara mengidentifikasi dan merancang penatalaksanaan masalah kesehatan dalam masyarakat, kesehatan kerja, keluarga dan individu secara komprehensif, holistik, berkesinambungan, koordinatif dan kolaboratif dalam konteks pelayanan kesehatan primer, dengan memperhatikan sumber daya yang ada berdasarkan Sistem Kesehatan Nasional (SKN).Blok ini merupakan blok kedua pada semester VI. Blok ini dilaksanakan dalam waktu 6 minggu terdiri atas 5 minggu aktif dan 1 minggu ujian. Beban blok adalah 6 sks. Bidang ilmu yang terintegrasi adalah Ilmu kedokteran komunitas, Ilmu kedokteran keluarga, Ilmu kedokteran okupasi, Ilmu kesehatan masyarakat, Manajemen kesehatan, Ilmu biomedik, Ilmu kedokteran klinik, Research dan Farmakologi.

18. Blok Neuro Pshyciatry
Blok Neuro Psychiatry mempelajari patofisiologi dan peneglolaan dan berbagai kelainan sistem saraf dan gangguan psikiatri (jiwa) serta manajemen penatalaksanaannya.Blok ini merupakan blok ketiga pada semester VI. Blok ini dilaksanakan dalam waktu 6 minggu terdiri atas 5 minggu aktif dan 1 minggu ujian. Beban blok adalah 6 sks. Bidang ilmu yang terintegrasi Bioetika, Ilmu Humaniora, Patologi Anatomi, Patologi Klinik, Farmakologi, Neurologi, Psikiatri, Radiologi, Rehabilitasi Medik dan Ilmu Kesehatan Anak.

19. Blok Emergency Medicine
Pada Blok Emergency Medicineini mahasiswa diharapkan mampu menganalisis dan mengevaluasi tanda kegawatdaruratan (emergency sign), tanda prioritas (priority sign), penanganan terhadap kegawatdaruratan, mengetahui obat-obat kegawatdaruratan dan penggunaannya, serta mampu menganalisa dan merujuk pasien gawatdarurat.Blok ini merupakan blok pertama pada semester VI. Blok ini dilaksanakan dalam waktu 6 minggu terdiri atas 5 minggu aktif dan 1 minggu ujian. Beban blok adalah 6 sks. Bidang ilmu yang terintegrasi Bioetika, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Obstetri dan Ginekologi, Cardiologi, Respiratologi, Ilmu Bedah, Penyakit Saraf dan THT, Ilmu Penyakit Mata, Kulit dan Kelamin, Anestesi, Radiologi dan Jiwa.

20. Blok Agromedicine
Blok Agromedicine merupakan blok kekhususan Fakultas Kedokteran Unila dan merupakan muatan lokal yang dirancang sesuai dengan lingkungan geografis dan masyarakat Provinsi Lampung. Blok ini bertujuan untuk mengevaluasi masalah kesehatan yang berkaitan dengan pertanian (pertanian, perkebunan, perternakan dan perikanan).Blok ini merupakan blok kedua pada semester VII. Blok ini dilaksanakan dalam waktu 6 minggu terdiri atas 5 minggu aktif dan 1 minggu ujian. Beban blok adalah 6 sks. Bidang ilmu yang terintegrasi Agromedicine, Ilmu Kedokteran Okupasi, Ilmu Kedokteran Komunitas, Ilmu Gizi, Ilmu Pendidikan Perilaku Sehat, Parasitologi, Mikrobiologi, Farmakologi, Farmasi dan Biokimia.

21. Blok Elektif
Blok Elektif merupakan blok terakhir dari kurikulum pendidikan kedokteran FK Unila. Blok ini merupakan blok pilihan yang diambil mahasiswa sesuai dengan minat mahasiswa. Blok elektif ini direncanakan selama 4-6 minggu. Pilihan blok elektif adalah tanaman obat, kedokteran olah raga dan kedokteran bencana.